Selasa, 26 Juni 2012

Penularan Virus HIV


PENULARAN  VIRUS HIV

A.      Virus HIV
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.
B.      Penyakit AIDS
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.

C.      Cara penularan virus HIV AIDS
1.      Lewat cairan darah
Melalui transfusi darah / produk darah yg sudah tercemar HIV
Lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna narkotika suntikan.
Melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah
2.      Lewat cairan sperma dan cairan vagina
Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam Vagina/Anus), tanpa menggunakan kondom, sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina) ; atau tercampurnya cairan sperma dengan darah, yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus.
3.      Lewat Air Susu Ibu
Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang HIV positif, dan melahirkan lewat vagina; kemudian menyusui bayinya dengan ASI.
Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child Transmission) ini berkisar hingga 30%, artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV positif kemungkinan ada 3 bayi yang lahir dengan HIV positif.


D.     Pencegahan infeksi HIV AIDS

1.      Gunakan selalu jarum suntik yang steril dan baru setiap kali akan melakukan penyuntikan atau proses lain yang mengakibatkan terjadinya luka
2.      Selalu menerapkan kewaspadaan mengenai seks aman (artinya : hubungan seks yang tidak memungkinkan tercampurnya cairan kelamin, karena hal ini memungkinkan penularan HIV)
3.      Bila ibu hamil dalam keadaan HIV positif sebaiknya diberitahu tentang semua resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya sendiri dan bayinya, sehingga keputusan untuk menyusui bayi dengan ASI sendiri bisa dipertimbangkan.
Ada tiga cara:
 Abstinensi (atau puasa, tidak melakukan hubungan seks)
1)      Melakukan prinsip monogami yaitu tidak berganti-ganti pasangan dan saling setia kepada pasangannya
2)      Untuk yang melakukan hubungan seksual yang mengandung risiko, dianjurkan melakukan seks aman termasuk menggunakan kondom
Ada dua hal yang perlu diperhatikan:
·         Semua alat yang menembus kulit dan darah (jarum suntik, jarum tato, atau pisau cukur) harus disterilisasi dengan benar.
·         Jangan memakai jarum suntik atau alat yang menembus kulit bergantian dengan orang lain.


E.    Perkembangan HIV-AIDS Di Indonesia

Tingkat perkembangan virus HIV-AIDS di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Malahan, dari seluruh negara di Asia, negeri kita tergolong yang paling cepat. Tiap tahunnya terjadi peningkatan penyebaran virus mematikan ini. Setiap tahun jumlah kasus baru HIV-A1DS menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pengidap HIV-AIDS terbesar di Indonesiasaat ini berusia 15-29 tahun. Sampai Maret 2010, secara akumulatif kasus AIDS di Indonesia mencapai 20.564 kasus, 561 kasus di antaranya adalah kasus baru. Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Kesehatan RI Bambang Gianto Rahardjo, pada Lokakarya Nasiona) Pemangku Kebijakan "Perlindungan Sosial dan Kesehatan bagi Pekerja-Integrasi Pencegahan dan Pengobatan TB/H1V di Tempat Kerja" di Jakarta, Selasa (29/6), mengakui, pada saat ini HIV-AIDS sudah menjadi pandemi global dengan dampak yang sangat merugikan, baik dampak kesehatan, sosial ekonomi, maupun politik.Negara yang mengalami dampak terberat, seperti di negara Afrika, HIV-AIDS telah menurunkan harapan hidup lebih dari 20 tahun, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan memperberat kemiskinan.

Di Asia, penurunan produktivitas yang diakibatkan HIV-AIDS lebih besar dibanding dengan yang diakibatkan oleh penyakit lain," kata Menkes. HIV-AIDS juga dikhawatirkan akan menambah jumlah angka kemiskinan di dunia sebesar 6 juta kepala keluarga hingga 2015 apabila upaya pengendalian HIV-AIDS di masing-masing negara tidak segera diperkuat.

Menyinggung tentang penyakit tuberkulosis (TB), Menkes mengemukakan, TB merupakan penyebab utama penyakit dan kematian orang yang hidup dengan AIDS (ODHA).Di Indonesia kasus TB menempati urutan ketiga tertinggi setelah India dan China. Setiap tahun terdapat 528.000 kasus TB dengan tingkat kematian 91.000 kasus per tahun. "Prevalensi TB di Indonesia tahun lalu mencapai 100 dari 100.000 orang, di mana 70 persen dialami oleh usia produktif," tambah Menkes.Sementara itu, Officer in Charge Organisasi Perburuhan Internasional (/LO) Jakarta Peter Van Rooij dalam kesempatan yang sama mengemukakan, walaupun data kasus HIV-AIDS di Indonesia menunjukkan dominasi usia produktif, data kasus HIV-AIDS di dunia kerja sampai saat ini tidak dapat tercatat secara sistematis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar