Bimbingan Dan Konsling
Pengertian Bimbingan Konseling merupakan pelayanan bantuan untuk
peserta didik secara perorangan maupun kelompok agar mandiridan berkembang
secara optimal dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar dan bimbingankarir
melalui berbagai layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku. Bimbingan dan
Konseling merupakan pelayanan bantuan artinya kegiatan iniharus mampu memberikan hal-hal
positif kepada peserta didik, membantu meringankan beban, menemukan
alternatif pemecahan masalah, mendorong semangat dan memberikan penguatan serta ketenangan
kepada peserta didik secara tepat. Pelayanan tersebut dapatdilakukan secara individu maupun kelompok.
Kaitan Bimbingan dan Konseling (BK) dengan Kurikulum
berbasis kompetensisangatlah erat, Undang - Undang sistem Pendidikan Nasional
(USPN) no:2 tahun 1989 pasal 1 ayat
1 sebagai acuan dari implementasi KBK menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar untuk
menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peran peserta didik
dimasa yang akan datang. Hubungan yang terlihat dalam pengertian ini adalah
kegiatan bimbingan merupakan bagian dari KB
yang pelayanannya menyentuh
ranah afektif. Sementara kegiatan pengajaran yang bersifat formal lebih mengarah pada ranah kognitif untuk
memperoleh pengetahuan.
Disinilah peran Bimbingan dan Konseling, yaitu
membantu peserta didik untuk mengembangkan potensi, tanggung jawab,
hubungan interpersonal, motivasi, komitmen, daya juang serta pengembangan
karir. Profesi Bimbingan Konseling merupakan keahlian pelayanan yang bersifat
psikopedagogis dalam bingkai budaya artinya bahwa pelayanan yang diberikanharus mengacu pada upaya pendidikan dengan
memperhatikan aspek psikologis dan unsur budaya
yang menyertainya. Tentu saja aspek budaya disesuaikan dengan kondisi
daerahsekolah tersebut. Kebiasaan yang terjadi pada sekolah-sekolah di daerah
tidak bisa dibuat pola yang sama
dengan sekolah yang ada di kota. Misalnya dari sisi kebiasaan, sopansantun, kemampuan dsb. Profesi ini juga harus
berlatarbelakang pendidikan yang sesuaidengan bidang psikologis.Tugas
Konselor sangat banyak karena selain administrasi juga mencakup beberapalayanan
antara lain :
1.Layanan orientasi
Layanan ini
mencakup pengenalan lingkungan sekolah yang baru baik dari sisikurikulum, kegiatan pendukung,
maupun struktur organisasi sekolah. Langkah awal yang bisa dilakukan
dengan memasukkannya pada program kegiatan MOS dan diperjelas padasaat bimbingan klasikal di kelas.
2.Layanan informasi
Layanan mencakup
berbagai informasi untuk menambah wawasan dalammerencanakan
masa depan.
3.Layanan penempatan
Layanan ini membantu siswa menyalurkan
bakat, minat atau kelanjutan studi yangdipilih melalui hasil belajar serta
hasil psikotes sebagai bahan pertimbangan.
4.Layanan pembelajaran
Layanan ini
membantu siswa mengembangkan diri kerkaitan dengan sikap dankebiasaan belajar, materi belajar
yang cocok dengan kemampuannya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya.
5.Layanan konseling
individu/kelompok
Melalui layanan ini, siswa mendapat
layanan langsung tatap muka untuk membantumengatasi
masalah baik yang disadari maupun tidak disadari oleh siswa secara individuatau
kelompok. Layanan konseling dilakukan berdasarkan data administrasi bisa berupaangket,
informasi dari berbagai pihak, observasi baik di dalam maupun di luar kelas,
hasil belajar , penggalian masalah
melalui materi bimbingan klasikal dll. Layanan konseling
akan memberi nuansa
berbeda jika ruang konseling terpisah dengan ruang administrasisehingga privasi
siswa maupun orang tua terjaga. Hal itu perlu mengingat masalah yang perlu diselesaikan bisa bersifat sangat pribadi.
6.Layanan bimbingan kelompok.
Layanan bimbingan
kelompok bisa diberikan secara klasikal di kelas, layanan inimemberi banyak kesempatan untuk menyampaikan berbagai
informasi yang terkait dengan bimbingan
pribadi, sosial, belajar , karir dan layanan-layanan pada point di atas
sekaligusmenggali permasalahan siswa sebagai salah satu bentuk upaya menjemput
bola. KarenaBimbingan dan Konseling tidak mempunyai kurikulum khusus maka
materi yang dibuat berdasarkan
berbagai sumber baik itu berupa literatur, browsing di internet, mediaelektronika
maupun peristiwa hidup sehari-hari. Selain dapat memberi informasi, layanan ini juga mpermudah observasi terhadap anak dalam
berperilaku di kelas, juga menggali berbagai data yang diperlukan untuk
menyempurnakan pelayanan, sehingga jam masuk kelas setiap minggunya
sangat mendukung tugas konselor.
Bentuk tugas yang sifatnya administrasi juga tidak kalah
seru dari mulai membuat program kerja,
mengumpulkan data, menghimpun data, mengadakan konfrensi kasusdengan pihak-pihak yang terkait,
dan jika diperlukan mengadakan kunjungan rumah serta alih tangan kasus pada
ahli yang lebih perkompeten. Namun paradigma yang berkembang saat ini terhadap peran petugas Bimbingan Konseling
yang disebut Konselor sekolah masih dianggap sebagai momok oleh kebanyakan
siswa, karena citra dan peran Konselor sekolah itu sendiri menampakkan sebutan tersebut. Konselor hanya berperan
sebagai pemberi sangsi, menunggu bola dengan duduk manis menanti siswa yang ingin mendapatkan
layanan konseling dan baru mengambil tindakan ketika masalah muncul.
Sebaiknya konselor sekolah tidak menjadi bagian dari
ketertiban sekolah. Jangansampai
muncul sebutan Konselor sebagai polisi sekolah. Sebutan tersebut juga terkaitdengan keterlibatan Konselor
dalam bidang ketertiban, hal itu terjadi karena pelanggaranyang dilakukan siswa akan mendapat
sangsi yang mungkin sifatnya fisik, sementarakonselor
menangani masalah yang sifatnya psikis. Kesulitan untuk membedakan peran
iniyang mempertegas sebutan tersebut. Kalaupun Konselor harus bertindak secara
tegas untuk menangani pelanggaran yang
dilakukan siswa maka hendaknya menggunakan pendekatanyang membuat siswa
tetap merasa diakui sebagai pribadi yang berharga, dengan demikiansiswa akan dengan rela menjalani resiko dari
pelanggaran yang dibuat tanpa merasaterpaksa.
Di samping itu masih ada institusi pendidikan yang mengangkat Konselor darilatarbelakang
non psikologi sehingga tidak menutup kemungkinan tugas Konselor menjadikabur. Pelayanan dan tugas dalam Bimbingan dan
Konseling membutuhkan tenaga yang ekstra karena jenis tugas yang diemban
bersifat psikis. Pola pendekatan yang tepat sangat mendukung pelaksanaan
tugas-tugas tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar